9 Cara yang Wajib Kamu Lakukan Supaya Menang Lomba
Sekali-dua kali bolehlah saya memberikan tips menang lomba.
Memang saya bukan siapa², tapi setidaknya ini bisa menjadi pegangan buat kamu yang sama sekali bingung gimana caranya ikut lomba.
Tips ini saya jabarkan secara umum saja agar bisa menjangkau semua kalangan.
Okelah, langsung aja ... ini tipsnya:
1. Menyadari apa itu lomba?
Kita semua sudah tau bahwa lomba merupakan "kesempatan" yang datangnya sekali. Adapun jika ada perulangan, misalnya lomba A tahun 2020 dan lomba A tahun 2021 itu jelas sekali 2 lomba yang berbeda.
Mungkin nama lombanya sama, akan tetapi ada persyaratan yang berbeda, dan sangat bisa dipastikan jurinya akan ada yang berganti. Potensinya pun akan berubah lagi.
Kamu tentu tak ingin waktumu terbuang sia-sia untuk mengikuti lomba yang tidak kamu menangkan, bukan.
Lupakan kata orang tentang,
"Ayo ikut lomba A, B, C supaya banyak pengalaman!'Percayalah semua itu omong kosong!
Kamu tidak akan dihargai dengan seberapa banyak kamu mengikuti lomba, melainkan dengan seberapa banyak lomba yang kamu menangkan.
Jangan buang kesempatan yang ada, dan jadilah pemenang.
Itulah yang harus kamu sadari.
2. Mencari Lomba yang Tepat
Lomba yang beredar itu banyak, gaes.
Baik offline maupun online. Jenisnya pun banyak.
Kamu hanya perlu mencocokkan lomba dengan minat dan bakatmu.
Jika kamu tidak suka memfoto dan sama sekali tidak pernah memfoto. Di sisi lain, kamu suka membuat artikel dan sudah mempunyai blog. Maka sebaiknya kamu tidak mengikuti lomba fotografi. Melainkan mengikuti lomba blog atau menulis artikel.
Karena peluangnya lebih besar jika sejalan dengan minat dan skill/bakalmu.
3. Mengetahui Detail Lomba secara Lengkap
Mengetahui detail lomba sering kali disepelekan. Padahal ini merupakan langkah yang wajib kamu lakukan.
Ibarat kamu ingin menuju rumah temanmu yang kamu tidak tau letaknya, lalu temanmu memberikan petanya dan kamu mengabaikan. Pastilah kamu tersesat.
Pahamilah detail lomba, seperti Deadline, Tema, Persyaratan, Ketentuan, dan sebagainya.
Jangan sampai kamu tereliminasi hanya karena misalnya, salah menulis subyek email atau tidak memenuhi persyaratan.
Detail lomba biasanya tidak terlalu banyak. Jika pun ada yang banyak, mungkin hanya satu dua lomba saja. Jadi, biasakanlah membaca semua informasinya. Karena semua infonya penting.
4. Tancapkan niatmu untuk menjadi pemenang
Tidak ada yang bisa membatasi niat kamu mengikuti lomba, akan tetapi satu niat yang harus kamu tambahkan dalam daftar niatmu ialah jadi pemenang dalam setiap lomba yang kamu ikuti.
Saya membahasakan ini dengan "niat". Kamu boleh menganggapnya sebagai goal, tujuan, atau visi. Semua itu sama saja.
Jika kamu mengikuti lomba untuk mendapatkan hadiah atau sertifikat atau relasi atau semuanya. Silahkan!
Semua itu sah-sah saja.
Niat menjadi pemenang harus kamu tanamkan karena sejalan dengan kalimat ini,
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit"
Mengapa harus langit? Kamu pahamlah mengenai ini.
5. Melakukan Riset
Biasanya ... karya-karya yang dimenangkan dalam lomba merupakan karya yang memang berkualitas, unik, menarik, mengandung emosi, dsb.
Oleh karena itu, bagi kamu yang belum menguasai, segeralah lakukan riset.
Beberapa riset yang bisa kamu lakukan ialah:
Mengetahui background dan minat para Juri
Juri adalah penentu siapa yang menang. Kamu perlu mengetahui minat (kesukaan) juri dan buatlah karya sesuai kesukaan mereka dengan tetap berpegang pada tema, syarat & ketentuan yang berlaku
Mengetahui kebutuhan penyelenggara
Beberapa lomba diadakan untuk tujuan memenuhi kebutuhan. Misalnya lomba desain teh botol sosro ini.
Mereka sedang butuh desain.
Di sini kamu harus berpikir secara lebih luas. Mereka memang butuh desain, tetapi desain tersebut bukan untuk dipajang di kamar saja, melainkan untuk diletakkan di setiap botol yang akan ada di warung-warung.
Maka dari itu, kamu perlu membuat desain yang cerah dan menarik perhatian supaya kebutuhan perusahaan terpenuhi.
Menggunakan metode ATM
Berkaitan dengan manusia, di dunia ini tidak ada yang 100% murni. Apapun yang manusia buat, pasti ada unsur lain yang mempengaruhi.
Bahkan contohnya pemusik yang membuat lirik. Mereka membuat lirik tentu dipengaruhi ingatan yang pasti asalnya bukan dari mereka.
Maka dari itu, tidak ada salahnya melakukan metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM).
Kamu bisa mencari karya sebelumnya sebagai bahan untuk diamati. Kemudian tirulah dan modifikasi sesuai tema lomba.
Mencari data yang valid
Bila kamu mengikuti lomba yang memerlukan data. Pastikan semua data yang kamu sertakan merupakan data yang benar.
Contohnya kalau kamu membutuhkan data tentang kesehatan, kamu bisa mengutip dari WHO. Apabila berkaitan tentang internet, kamu dapat melampirkan gambar jumlah pengguna internet di Indonesia dari BPS.
Menambahkan emosi di dalam karyamu
Maksud emosi di sini, bukan berarti marah ya. Melainkan ada rasa yang kamu sampaikan, baik rasa senang, gembira, semangat dsb.
Percayalah semua hal bisa dijadikan alat transportasi rasa. Tulisan, gambar, video, suara, semuanya bisa menyampaikan rasa. Semua tergantung kamu bagaimana menyajikannya.
Karya yang mengandung emosi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menang dibandingkan yang hanya menyampaikan informasi saja.
Atau bisa dibilang ...,
Semua karya yang menang pasti ada rasa di dalamnya.
Kalo gak percaya, amati saja gaes.
Oke ...
Selain di atas, masih banyak riset yang dapat kamu lakukan. Silahkan eksplorasi dan sesuaikan dengan lomba yang kamu ikuti.
6. Kerjakan Jauh Hari Sebelum Deadline
Untuk menjadi pemenang tidak bisa terjadi hanya dalam satu malam. Kamu perlu menyiapkan dan mengerjakan lomba jauh-jauh hari.
Ini dilakukan agar karya yang kamu lombakan menjadi maksimal.
Tidak ada yang tau besok akan ada apa. Mungkin seminggu sebelum deadline, ada kejadian yang membuat sibuk dan tidak bisa menyelesaikan lomba.
Oleh karena itu, setidaknya dua atau satu minggu sebelum deadline, karyamu sudah siap untuk dikumpul.
7. Meminta Penilaian Orang Lain
Satu kekurangan manusia ialah sulit melihat kesalahan diri sendiri. Untuk itu, mintalah penilaian orang lain terhadap karyamu. Minta pula koreksi apa saja yang masih kurang.
Kamu bisa menerapkan ini kepada orang terdekat seperti keluarga dan teman. Apabila kamu khawatir mereka bersifat subyektif dalam menilai, kamu dapat mencari orang lain yang sama sekali tidak kamu kenal agar penilaian dapat obyektif.
Ada banyak orang di jalan, sekolah, warung, media sosial, yang bisa kamu manfaatkan untuk memaksimalkan ini.
8. Revisi jika ada yang kurang tepat
Melakukan revisi merupakan langkah yang tidak bisa kamu lewati. Sebab bagaimana pun juga kamu harus bisa memastikan bahwa karyamu benar-benar keren, menarik dan unik serta tepat.
"Tepat" adalah kuncinya.
Contoh,
Apabila kamu mengikuti lomba blog dan syaratnya ialah minimal jumlah kata 1000. Maka menulis 1002 kata merupakan langkah yang "benar". Tetapi belum tepat. Kamu harus memberikan lebih dari itu dan masih dalam koridor wajar.
Contoh,
Jika syarat pengiriman file lomba ialah melalui email dan diharuskan menulis "nama_judul" saja pada subyek. Tapi, malah kamu tambahkan salam di awalnya. Maka ini tergolong "baik" tapi tidak tepat.
Contoh,
Jika kamu mengikuti lomba karya tulis ilmiah yang tidak ada kaitan dengan bunga, dan kamu menambahkan dalam filemu gambar² bunga yang tidak diperlukan. Walaupun itu "estetik/indah" akan tetapi itu tidak tepat.
So, kamu sesuaikan saja dengan riset yang sudah kamu lakukan, penilaian orang lain, dan faktor lainnya sehingga kamu yakin bahwa karyamu sudah sempurna dan tepat untuk dikirim.
9. Berdo'a dan tidak berharap lebih
Setelah karya dikumpul maka langkah selanjutnya ialah berdo'a.
Usaha tanpa do'a adalah Sombong
Do'a tanpa usaha adalah Bohong
Kemudian dan sekaligus yang terakhir.
Jangan berharap lebih!
Karena apapun yang berlebihan itu tidak baik gaes.
Oke, itu saja yang bisa saya bagikan saat ini.
Sekali lagi saya tekankan, saya bukan siapa². Semoga bermanfaat.
Good Luck!

Posting Komentar
Posting Komentar