Lomba Penulisan Jurnalistik EU4Wartawan 28 November 2021
Hai gaes ...
Untuk kamu yang suka nulis, kali ini kami menyajikan lomba penulisan jurnalistik EU4Wartawan 2021.
“Lomba Penulisan Jurnalistik EU4Wartawan” adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. Tahun ini, EU4Wartawan memasuki tahun ke-3 penyelenggaraannya dan kembali mempromosikan pesan-pesan universalitas hak asasi manusia bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Yayasan TIFA. EU4Wartawan kali ini mengangkat topik tentang bagaimana teknologi digital berdampak pada hak asasi manusia. Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan #EU4HumanRights dalam rangka merayakan Hari Hak Asasi Manusia 2021.
Di masa pandemi seperti saat ini, terjadi peningkatan yang sangat tinggi dalam hal pemanfaatan teknologi digital, melebihi masa-masa sebelumnya. Pada umumnya orang mengandalkan pada – hampir sepenuhnya – kekuatan teknologi digital untuk berkomunikasi, bertukar informasi, menghubungkan orang dengan barang dan jasa, melakukan pembelian, melakukan transaksi keuangan, melakukan kegiatan belajar-mengajar, menjalankan usaha, menyelenggarakan pertemuan, menikmati hiburan, dan bahkan membuat keputusan penting di tataran strategis. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Indonesia mengalami pertumbuhan digit ganda (sebesar 10.58%) di sektor teknologi dan informasi digital. Peningkatan ini dipicu oleh transisi yang sangat cepat dari solusi tradisional menjadi digital di masa pandemi, dengan permintaan yang sangat signifikan terhadap layanan telekomunikasi dan perangkat gawainya.
Oleh karenanya, lomba penulisan karya jurnalistik EU4Wartawan tahun ini mempersilakan rekan-rekan wartawan untuk mendaftarkan artikelnya yang mengangkat antara lain – namun tak terbatas pada – fakta-fakta di bawah ini:
Penipuan dan pemalsuan data, penyalahgunaan informasi pribadi dengan cara menyebarluaskannya secara online, mempublikasikan komentar atau pernyataan yang menyakitkan, melakukan intimidasi dengan cara mengancam, menyakiti atau menghina harga diri orang lain, atau pun memanfaatkan teknologi digital dengan maksud untuk menekan dan melakukan kontrol sosial, serta bentuk-bentuk negatif lainnya dari pemanfaatan teknologi digital.
Potensi dari data pribadi yang lebih terintegrasi secara digital. Misalnya manfaat bagi layanan sosial, pengambilan keputusan berdasar algoritma, urusan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, proses bisnis yang lebih cepat, dan seterusnya.
Informasi terkini mengenai kebijakan dan arahan pemerintah terkait manajemen data pribadi warga secara lebih akurat. Misalnya seputar sinkronisasi atau penyelarasan data, kegunaannya untuk mendukung berbagai layanan publik, keamanan dan pengawasan data dengan memanfaatkan fitur biometrik, dan seterusnya.
Pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital (termasuk kecerdasan buatan) dalam berbagai sektor. Misalnya di bidang kesehatan, pendidikan, perdagangan dan pariwisata yang dapat membantu atau mempermudah hidup orang.
Berbagai upaya untuk meningkatkan akses terhadap koneksi internet yang berkualitas, serta terhadap perangkat atau gawai digital, untuk memastikan inklusifitas sosial dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.
Program-program advokasi untuk meningkatkan literasi dan keterampilan digital publik, serta penciptaan lingkungan yang pro terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Komitmen Indonesia untuk mempromosikan Data Free-Flow with Trust (DFFT), pembangunan infrastruktur digital, inklusi sosial, kebebasan berekspresi, dan perlindungan konsumen.
Terlebih saat peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia yang lalu, dunia pers Indonesia memberikan perhatian serius terhadap aspek-aspek perlindungan hak asasi manusia dari penggunaan teknologi digital secara bebas, baik dalam situasi normal maupun dalam kesempatan-kesempatan khusus (misalnya di masa pemilihan umum, di tengah konflik, di saat terjadi ketegangan politik, ketika pecah demonstrasi, atau pun bentuk krisis lainnya termasuk pandemi). Ancaman di berbagai situasi tersebut umumnya diarahkan kepada kelompok-kelompok rentan, seperti para pejuang hak asasi manusia, aktivis dari kalangan masyarakat sipil, pemberi aduan (whistle-blower), wartawan independen, perempuan, lawan politik, maupun ras dan etnik minoritas.
Media memainkan peran penting dalam menyoroti isu-isu di atas, dan dalam menciptakan kepedulian publik serta pembuat kebijakan tentang pentingnya mengambil tindakan yang strategis untuk melawan diskriminasi, mendorong pemenuhan hak asasi manusia, dan melindunginya dari berbagai macam bentuk pelanggaran.
Oleh karenanya, mari daftarkan karya jurnalistik Anda melalui website ini. Untuk komunikasi lebih lanjut Anda dapat mengirimkan email melalui: info@eupop-id.eu
Syarat Peserta
- Lomba ini terbuka bagi wartawan profesional dari media cetak maupun online (multimedia) berkewarganegaraan Indonesia.
- Karya jurnalistik yang dikirimkan merupakan karya asli/original dari pendaftar, dan dimuat di media massa antara 1 Oktober 2020 – 28 November 2021.
- Satu peserta diperkenankan mengikutsertakan lebih dari satu karya jurnalistiknya.
- Karya boleh menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, selama dipublikasikan di media yang diterbitkan di Indonesia.
- Karya yang didaftarkan dapat merupakan hasil tulisan individu, maupun beberapa orang (kelompok). Apabila karya jurnalistik yang menang merupakan hasil kerja tim, maka hanya 1 (satu) orang yang akan dibiayai untuk mendapat pelatihan jurnalistik daring dari pakar di Eropa sebagai hadiahnya.
- Karya tulis jurnalistik yang telah diterbitkan, dikirimkan kepada panitia paling lambat pada 28 November 2021 pukul 24.00 WIB melalui tautan pendaftaran di bawah ini, dengan melampirkan:
- Copy dari kartu identitas pers Anda dalam format jpg, dengan ukuran file maksimal 1 MB. Artikel Anda; jika dalam bentuk online maka Anda hanya perlu menyertakan tautannya, jika dalam bentuk tulisan di media cetak maka Anda perlu mencantumkan lembar artikelnya dalam format pdf. EU4Wartawan dapat menerima maksimal 5 (lima) judul artikel dalam satu kali pendaftaran.
- Anda perlu mengisi formulir pernyataan kesediaan/pemberian izin penyimpanan dan pengelolaan data pribadi yang Anda informasikan kepada EU4Wartawan melalui tautan ini untuk digunakan selama periode lomba dan sesuai keperluan yang berkaitan dengan lomba ini.
Hak Cipta
Juri dan Kriteria Seleksi
Juri akan terdiri dari wakil Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan Yayasan TIFA.Karya yang didaftarkan akan dievaluasi berdasarkan relevansinya dengan tema, orisinalitas, kualitas dan kedalaman liputan, kejelasan pesan yang disampaikan, serta penyajian informasinya.
EU4Wartawan akan memilih 5 (lima) pemenang yang akan diumumkan pada 10 Desember 2021, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia.
Artikel pemenang mendemonstrasikan keterampilan jurnalistik yang sangat baik, diteliti secara mendalam, dan relevan untuk meningkatkan kesadaran publik Indonesia tentang universalitas hak asasi manusia. Narasi mengandung nilai-nilai penghargaan terhadap data dan informasi, mencerminkan prinsip-prinsip non-diskriminasi dan toleransi, perlindungan terhadap harga diri, integritas, keamanan, keselamatan, serta kebaikan – sebagai dampak dari pemanfaatan teknologi dalam bentuk apa pun.
Artikel-artikel tersebut harus membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warga negara dan pemerintah untuk mengambil tindakan strategis untuk melawan diskriminasi dan menjamin penikmatan penuh hak asasi manusia untuk semua.
Penghargaan dan Ketentuan
- Lima pemenang akan dihubungi secara pribadi dan pengumumannya akan dipublikasikan melalui www.eu4wartawan.id
- Pemenang berhak atas hadiah program pelatihan jurnalistik secara online yang dikelola oleh institusi internasional, pada Desember 2021 (waktu dan durasi akan dikonfirmasikan kemudian).
- Topik pelatihan dapat meliputi pengetahuan terkait substansi hak asasi manusia, keamanan serta perlindungan data dan informasi, kebebasan pers, maupun keterampilan jurnalistik.
- Setelah menyelesaikan program pelatihan, para pemenang diharapkan dapat berbagi pengalamannya kepada Delegasi Uni Eropa.
- Program pelatihan di institusi internasional, sebagai hadiah pemenang, tidak dapat dipindahtangankan ke pihak lain, dan tidak dapat ditukar dengan uang tunai.
Tanggal Penting
30 Oktober 2021Peluncuran lomba penulisan Jurnalistik #eu4wartawan
30 Oktober – 28 November 2021
Pendaftaran dan penyerahan artikel
1-8 Desember 2021
Seleksi hasil karya dan penjurian
16 November 2021
Webinar nasional secara online,terbuka secara umum untuk wartawan seluruh Indonesia
10 Desember 2021
Pengumuman hasil lomba bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia
Desember 2021
Program pelatihan bagi pemenang lomba
Posting Komentar
Posting Komentar